Segar, Sehat, Serat: Mulai Gaya Hidup Sehat dengan Jus Prebiotik
DOI:
https://doi.org/10.58706/dedikasi.v3n2.p70-76Keywords:
Prebiotik, Sosialisasi, Jus Buah, Uji HedonikAbstract
Ilmu Kimia Pangan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap komponen kimia dalam pangan yang berdampak pada kesehatan, termasuk senyawa prebiotik sebagai bagian dari pangan fungsional. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai prebiotik serta memperkenalkan jus buah prebiotik sebagai alternatif minuman sehat berbasis bahan lokal. Sasaran kegiatan adalah remaja dan orang tua di Desa Gilang, Sidoarjo. Metode yang digunakan berupa pelatihan yang mencakup penyuluhan materi dan demonstrasi pembuatan jus berbahan dasar pisang ambon dan buah naga merah sebagai sumber prebiotik alami, dengan desain one-group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui angket pretest untuk mengukur pengetahuan awal serta uji hedonik skala 1–5 untuk menilai penerimaan organoleptik produk. Hasil menunjukkan bahwa hanya 16% peserta memahami konsep dasar prebiotik, sementara 84% mampu menyebutkan contoh sumbernya. Setelah intervensi, terjadi peningkatan pemahaman peserta, dan uji hedonik menunjukkan tingkat penerimaan tinggi, terutama pada aspek warna (80%) dan rasa (60%). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan literasi gizi masyarakat mengenai pentingnya prebiotik bagi kesehatan pencernaan. Selain itu, produk jus prebiotik berbasis buah lokal menunjukkan tingkat penerimaan yang baik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif minuman sehat yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Secara lebih luas, penelitian ini memberikan dampak positif terhadap penguatan edukasi pangan fungsional di tingkat komunitas, mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber prebiotik alami, serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis sains dan praktik langsung.
References
Cahyaningtyas, F.D. & Wikandari, P.R. (2022). Review artikel: Potensi fruktooligosakarida dan inulin bahan pangan lokal sebagai sumber prebiotik. Unesa Journal of Chemistry, 11(2), 97-107. DOI: https://doi.org/10.26740/ujc.v11n2.p97-107.
Creswell, J.W. & Creswell, J.D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Etikan, I., Musa, S.A., & Alkassim, R.S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4. DOI: https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11.
Gibson, G.R., Hutkins, R., Sanders, M.E., Prescott, S.L., Reimer, R.A., Salminen, S.J., Scott, K., Stanton, C., Swanson, K.S., Cani, P.D., Verbeke, K., & Reid, G. (2017). Expert consensus document: The International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP) consensus statement on the definition and scope of prebiotics. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 14(8), 491–502. DOI: https://doi.org/10.1038/nrgastro.2017.75.
Granato, D., Branco, G.F., Nazzaro, F., Cruz, A.G., & Faria, J.A.F. (2010). Functional foods and nondairy probiotic food development: Trends, concepts, and products. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 9(3), 292-302. https://doi.org/10.1111/j.1541-4337.2010.00110.x.
Kusharto, C.M. (2006). Serat makanan dan perannya bagi kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan, 1(2), 45-54. DOI: https://doi.org/10.25182/jgp.2006.1.2.45-54.
Lawless, H.T. & Heymann, H. (2010). Sensory Evaluation of Food: Principles and Practices (2nd ed.). New York: Springer. DOI: https://doi.org/10.1007/978-1-4419-6488-5.
Nurwulandari, N., Osama, M., Siregar, R.W., & Suherman, S. (2022). Sosialisasi pembangunan kesehatan dan kebugaran jasmani terhadap warga rt. 002/rw. 004 Kelurahan Perigi Baru, Kecamatan Pondok Aren. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, 1(1), 022-UMJ-KS. Retrieved from: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat/article/view/14842.
Pandey, K.R., Naik, S.R., & Vakil, B.V. (2015). Probiotics, prebiotics and synbiotics-a review. Journal of Food Science and Technology, 52(12), 7577-7587. DOI: https://doi.org/10.1007/s13197-015-1921-1.
Qamariah, N., Handayani, R., & Mahendra, A.I. (2022). Uji hedonik dan daya simpan sediaan salep ekstrak etanol umbi hati tanah. Jurnal Surya Medika (JSM), 7(2), 124-131. DOI: https://doi.org/10.33084/jsm.v7i2.3213.
Rezende, E.S.V., Lima, G.C., & Naves, M.M.V. (2021). Dietary fibers as beneficial microbiota modulators: A proposed classification by prebiotic categories. Nutrition, 89, 111217. DOI: https://doi.org/10.1016/j.nut.2021.111217.
Setiarto, R.H.B., Jenie, B.S.L., Faridah, D.N., & Saskiawan, I. (2015). Kajian peningkatan pati resisten yang terkandung dalam bahan pangan sebagai sumber prebiotik. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 20(3), 191-200. DOI: https://doi.org/10.18343/jipi.20.3.191.
Slavin, J. (2013). Fiber and prebiotics: Mechanisms and health benefits. Nutrients, 5(4), 1471-1435. DOI: https://doi.org/10.3390/nu5041417.
Stone, H. & Sidel, J.L. (2004). Sensory evaluation practices (3rd ed.). California: Elsevier Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-672690-9.X5000-8.
Wegh, C.A.M., Schoterman, M.H.C., Vaughan, E.E., Belzer, C., & Benninga, M.A. (2017). The effect of fiber and prebiotics on children’s gastrointestinal disorders and microbiome. Expert Review of Gastroenterology & Hepatology, 11(11), 1031–1045. DOI: https://doi.org/10.1080/17474124.2017.1359539.
Wichienchot, S., Jatupornpipat, M., & Rastall, R.A. (2010). Oligosaccharides of pitaya (dragon fruit) flesh and their prebiotic properties. Food Chemistry, 120(3), 850-857. DOI: https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2009.11.026.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Alfiah Putri Wardani, A'inun Makiyyah, Adinda Zalyanti Azzahra, Ligika Cahya Wangi, Andi Sri Rezky Dian Batari, Mirwa Adiprahara Anggarani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







